Wednesday, March 21, 2012

Kenaikan SPP UNY bukan karena Kenaikan BBM ? ~ BEM FIS UNY 2012

Kenaikan SPP UNY bukan karena Kenaikan BBM ? ~ BEM FIS UNY 2012

Sunday, January 29, 2012

Jenis Surat Tilang

Sering kali saat kita berkendara kita harus membawa surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK. Apalagi akhir-akhir ini pihak kepolisian sedang gencar-gencarnya melakukan operasiuntuk memeriksa kelengkapan surat-surat yang dibawa pengendara. Akan tetapi sebagai pengendara kita sering lupa tidak membawa IM atau STNK. Akibatnya kita terkena tilang karena tidak membawa surat-surat yang sah. Kita juga harus menunggu 2 minggu agar SIM atau STNK yang ditilang dapat dikembalikan dalam sidang di pengadilan. Apabila orang yang terkena tilang tidak sabar untuk menunggu dan tidak ingin repot untuk datang ke pengadilan, mereka selalu memberikan "Uang Damai" kepada pihak kepolisian. Padahal hal tersebut dapat memicu terjadinya penyalahgunaan operasi tilang.Untuk menghindari hal-hal seperti itu, alangkah baiknya kita mengenal surat tilang agar kita dapat mengambil langkah yang tepat untuk menghindari kejahatan ataupun penyalahgunaan operasi surat tilang.
Surat tlilang terbagi menjadi 2, yaitu Slip Merah dan Slip Biru.

SLIP MERAH

Wednesday, January 11, 2012

PEMIKIRAN AUGUSTE COMTE

Biografi August Comte

August comte memiliki nama panjang Isidore Marie Auguste François Xavier Comte, lahir pada tanggal 19 januari 1798 di kota Montpeller di baagian selatan Prancis. Beliau adalah filsuf dan ilmuan sosial terkemuka yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu kemasyarakatan atau sosiologi.
Comte sebagai mahasiswa di ecole Politechnique Paris. Ecole Politechnique saat itu terkenal dengan kesetiaannya kepada idealis republikanisme dan filosofi proses. Pada tahun 1818, politeknik ttersebut ditutup untuk re-organisasi. Comte pun mmeninggalkan Ecole dan melanjutkan pendidikannya di sekolah kedokteran di Montpellier. Tak lama kemudian, ia melihat sebuah perbedaan yang mencolok antara agama katolik yang ia anut dengan pemikiran keluarga monarki yang berkuasa sehingga ia terpaksa meninggalkan Paris. Kemudian pada bulan Agustus 1817 dia menjadi murid sekaligus sekertaris dari Claude Henri de Rouvroy, Comte de Saint-Simon, yang kemudian membawa Comte masuk ke dalam lingkungan intelek.  Namun pada tahun 1824, Comte meninggalkan Saint-Simon karena lagi-lagi ia merasa ada ketidakcocokan dalam hubungannya.